Cari Blog Ini

Jumat, 08 Oktober 2010

How the Children Learn a Language


"Saya Akan Membuka Satu Satunya   RAHASIA Terhebat Masa Kini Yang Telah Membuat Sedikit Orang Mendadak Jadi Milyuner Hanya Dengan Meng-klik Beberapa Kali Seminggu Saja… Pertama Kali Terbuka Untuk Diketahui Orang Indonesia!"








Children learn the language especially for English. The ways that used by them is imitation; it can be seen after they heard the adults’ conversation. They will take all of the adults’ language after that they will use them in their conversation even though their conversation was not matching with the tenses or grammar, but they keep to speak.
In another cases, we are aware that the ability of the children and adults in learning language is different. The children are easier than adults when they try to learn a language.  Maybe for adults, they need a certain time to do it, but for children when they listen to English conversation, unconsciously it becomes an input for them to be easier to learn English.
            The children will be more quickly to get what they have listened and seen, and then they will memorize them unconsciously. This memorization will be used by the children when they speak about what they have listened and seen before. In this case, the children will imitate the adults’ language because sometimes the children are praised by their parents. Their parents will explain the use of the language after that the children imitate them. 

            In addition, the vocabularies of the children will increase in many socials activities such as when they play game, watching TV, study etc. The children will absorb the vocabularies and make it as theirs. Moreover, children learn how the sounds in a language go together to make meaning. For example, they learn that the sounds m, ah, m, and ee refer to that means they are hungry or thirsty. That is an important step because everything we say is really just a stream of sounds. To make sense of those sounds, children must be able to recognize where one word ends and another one begins. These are called “word boundaries.

It is not exactly words that children are learning. What children are actually learning are morphemes, which may or may not be words. That is really not as confusing as it sounds. A morpheme is just a sound or sounds that have a meaning, like the word mommy. The word mommies, however, has two morphemes: mommy and –s. Children at this stage can recognize that the –s means "more than one" and will know that when that sound is added to other words, it means the same thing.

Kamis, 07 Oktober 2010

PROFIL KELUARGAKU





Keluarga yang aku miliki sangat sederhana dan berkecukupan. Kedua orang tuaku bekerja sebagai petani karet dan kelapa sawit dengan lahan yang tidak begitu luas, meskipun demikian itu cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami sehari-hari. Kami sekeluarga merantau dari Bali ke Bengkulu.



Aku adalah anak ke-4 dari empat bersaudara pasangan suami-istri Wayan Suparta dengan Wayan Sari, Ayuk ku yang pertama bernama bernama Niluh Ayu Tangkas, terus yang kedua bernama Ni Made Supiyanti dan yang ketiga bernama Nyoman Dewi Yani serta yang keempat itu aku Ketut Samudra. Eh..lupa kakek dan nenek aku bernama Wayan gayor dan Wayan Gumbi, mereka ini sangat berjasa lo dalam menyekolahkan diriku sampai aku kuliah sekarang dan mereka berdua meninggal dunia ketika aku masih duduk di semester 3. Hal ini sangat memukul hati semua anggota keluarga kami.



Niluh hanya dapat menamatkan pendidikannya hanya sampai jenjang SD, hal ini disebakan karena orang tua kami mengalami kesulitan ekonomi pada saat itu sehingga dia harus membantu kedua orang tua kami bekerja sebagai buruh di perkebunan karet milik PTPN Persero IIV yang ada di desa kami. Kemudian Ayukku yang ketiga Nyoman hanya dapat menamatkan pendidikannya hanya sampai jenjang SD juga karena masalah ekonomi juga sedangkan ayukku yang ketiga diangkat sebagai anak oleh keluarga kami yang lain dari sejak lahir.



Sekarang giliranku sedang duduk di salah satu perguruan tinggi negeri di Bengkulu yaitu Universitas Bengkulu. Saat ini saya sudah di semester 7 mengambil Jurusan S1 bahasa Inggris Fakultas KIP. Aku tinggal di kos-kosan sederhana bernama Pondokan Tiara 1. Setiap harinya saya pergi ke kampus dengan mengendarai sepeda motor hadiah dari almarhumah nenekku Wayan gumbi. Keseharianku dikampus lumayan sibuk, yaitu mengatur waktu belajar dan bekerja membantu ayah dan ibu di kebun dan di sawah. Setiap hari-hari yang tidak ada jadwal kuliah aku harus pulang ke rumah tercintaku, biasanya sabtu dan minggu.

Aku adalah lulusan SMKN 2 Bengkulu tahun 2006 jurusan elektronika, sehingga hal ini dimanfaatkan tetanggaku untuk memperbaiki peralatan elektronikanya yang rusak kepada aku. Kemudian inipun menjadi sedikit pemasukan bagi aku heheheeheh......(jadi sekolahkan anak anda ke SMK saja) kok jadi promosi sich. Sebelum lulus dari SMKN 2 Bengkulu aku sempat mengikuti ajang bergengsi yaitu LKS Nasional ke-15 di Bandung mewakili Propinsi Bengkulu, hmmmmm sempat kaget sih waktu kepilih hihihihihi............




Oea...terakhir masalah pacarku, stttt............yang ini lucu banget karena aku di jodohin sama orang tua. Nama pacarku Niwayan Sri Rahayu, orangnya nyebelin banget, bikin penasaran, tapi penyayang dan hormat pada orang tua, it is my type. Dia tinggal di Palembang Sum-Sel sedangkan aku di Bengkulu.....uhhhhhhh...klu kangen tidak bisa ketemu, ini menjadi moment yang paling menyedihkan tapi untung keluarganya memberikan kepercayaan sama aku buat jaga cinta anaknya. Sekarang aku hanya bisa berdoa saja agar hubungan kami baik-baik saja. Astungkare (amin)

KEBIMBANGAN CINTAKU

Kata-kata cinta ini aku persembahkan buat kekasihku
"Samud Sayang Ayu"

Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan. Yang buta adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak, bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka, bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merasa rindu dan cemburu.
Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.
Tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti perjalanan hati nurani.

Kejarlah cita-cita sebelum cinta, apabila tercapainya cita-cita maka dengan sendirinya cinta itu akan hadir.

Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.

Cinta pertama adalah kenangan, Cinta kedua adalah pelajaran, dan cinta yang seterusnya adalah satu keperluan
karena hidup tanpa cinta bagaikan masakan tanpa garam. Karena itu jagalah cinta yang dianugerahkan itu
sebaik-baiknya agar ia terus mekar dan wangi sepanjang musim.

Kecewa bercinta bukan berarti dunia sudah berakhir. Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa kekecewaan itu.
Hanya diperlukan waktu semenit untuk menafsir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

Hidup tanpa cinta seperti makanan tanpa garam. Oleh karena itu, kejarlah cinta seperti kau mengejar waktu dan apabila kau sudah mendapat cinta itu, jagalah ia seperti kau menjaga dirimu. Sesungguhnya cinta itu karunia Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam sebuah percintaan, janganlah kamu sesali perpisahan tetapi sesalilah pertemuan.
Karena tanpa pertemua tidak akan ada perpisahan. Menikahlah dengan orang yang lebih mencintai diri kita daripada kita mencintai diri orang itu. Itu lebih baik daripada menikahi orang yang kita cintai tetapi tidak menyintai diri kita karena adalah lebih mudah mengubah pendirian diri sendiri daripada mengubah pendirian orang lain.
Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan seseorang, bukanlah dari pemberian semata.

Ibaratkalah kehilangan cinta itu seumpama hilangnya cincin permata di lautan luas yang tiada bertepi dan harus dilupakan.

Cinta tidak selalu bersama jodoh, tapi jodoh selalu bersama cinta.

Kata pujangga ; Cinta letaknya di hati, meskipun tersembunyi, namun getarannya jelas sekali. Ia mampu mempengaruhi fikiran sekaligus mengendalikan tindakan kita sehingga kadangkala kita melakukan hal terbodoh tanpa kita sadari.

Cinta dimulai dengan senyuman, tumbuh dengan dekapan dan seringkali berakhir dengan air mata.